Rabu, 02 Agustus 2017

Aku dan Gadis Berkacamata

Edit Posted by with No comments

            Perjalanan ini sungguh menyenangkan berhijrah ke kota lain untuk menimba ilmu yang barakah dan manfaat. Ketika aku berhijrah ke kota lain, aku tak pernah merasa kesepian dan aku selalu menemukan orang-orang hebat disampingku. Aku  adalah gadis kelahiran Lumajang dan kini aku sedang menempuh studi di Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum Jombang Prodi Sastra Inggris. Perasaan takut sering kali muncul karena inilah duniam baruku dimana aku takut dan takkan pernah menemukan sahabat-sahabat super seperti waktu di SMA dulu.Tapi aku harus yakin ditempat inilah aku akan menemukan sosok-sosok sahabat yang akan setia menemaniku dan menyayangiku.
            Aku adalah gadis yang suka bergaul, tapi untuk kali ini aku menjadi gadis yang pemalu mungkin karena aku harus beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman yang baru pula. Aku memulai berkenalan dengan teman-temanku satupersatu dan yang pertama ialah Novi Anggraini.
“Hi, namaku Azizah dan nama kamu siapa?”
“namaku Novi!, senang berkenalan denganmu”.
“Aku juga senang Novi!”
            Setelah berkenalan dengan semua teman baruku dan akupun kembali duduk. Di hari pertama aku masih merasakan suasana baru dan masih belum bisa beradaptasi “aku bingung harus ngajak keluar siapa ya?” Tiba-tiba Novi yang baru saja kenal denganku dia mengajakku untuk bergabung dengannya.
“Ayo, ikut aku aja kita makan siang”
“Oh ya ok aku ikut”. Semenjak perkenalan singkat itu Aku dan Novi bersahabat baik.
            Hari berganti hari bulan berganti bulan dan tahun pun juga berganti. Aku sangat bersyukur karena Allah mengabulkan do’a-do’a aku dimana aku memohon agar aku selalu dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang baik. Semenjak aku mengenal Novi di awal semester lalu, dia adalah sahabat yang sangat asyik, baik hati, pintar, lincah, menyenangkan dan tak lupa ia adalah gadis berkacamata mungil. Aku dan dia memang tinggal ditempat yang berbeda, aku tinggal di Asrama dan dia tinggal dirumahnya karena jarak anatara rumah dan kampus tak begitu jauh.
            Setiap kali di kampus, aku selalu bersamanya dan kita selalu duduk bersama di kelas, di dunia organisasi hingga belajar bersama dan juga saling menasehati satu sama lain. Aku sering kali menghabiskan waktu berkeliling kota dengannya. Walaupun ia mungil tapi ia sangat lincah dalam mengendarai motor merah kesayangannya. Ketika perkuliahan selesai, seringkali kami keluar bersama dan dia selalu menemaniku di kala suka dan duka.
“Novi, Aku lagi BM nih keluar yuk?”
“Ok, kita mau kemana? mau keliling kota atau makan disebuah tempat yang belum pernah kita kunjungi?”
“keliling-keliling kota aja deh”
“Ok, berangkat!”
Inilah yang aku suka darinya, kita akan selalu berpetualang sehingga kita dijuluki dua anak kecil yang tak terpisahkan. Aku tak pernah merasa bosan bersamanya, dia adalah sahabat sejatiku satu-satunya di Unipdu. Dia tak pernah lelah menjaga dan menyayangiku, begitupun aku sebaliknya sehingga kami tidak pernah saling menyakiti. Aku sudah menganggap ia sebagai saudaraku sendiri.
“We are family Novi”
“Yes, we are family dan kita akan selalu menjaga persahabatan indah ini”
“Tentu saja dan takkan ada yang berani memisahkan kita”
            Persahabatan ini sungguh menyenangkan dan aku merasa beruntung Allah mengirimkan sahabat yang mau menerima aku apa adanya. Sebenarnya aku juga mempunyai banyak sahabat-sahabat yang baik, tapi dengan Novi persahabatan ini semakin terasa indah. Seringkali sahabat-sahabatku iri dengan persahabatan diantara kita karena kita selalu melakukan segala hal secara bersama. Maka dari itu, aku tak pernah kesulitan melakukan apapun dalam segala hal karena Novi selalu siap membantuku. Sampai saat ini aku dan Novi masih setia untuk saling menjaga dan menyayangi persahabatan ini.
            Seorang sahabat yang baik adalah hal yang terpenting dalam hidupku. Ketika aku berada jauh dengan kedua orang tuaku, siapa lagi kalau bukan sahabat yang akan merawat, menjaga dan menyayangiku.
Terima Kasih Sahabat Novi engkau telah hadir dan mewarnai hidupku dengan persahabatan yang indah ini. Semoga kita tidak hanya dipersatukan di dunia, tapi kita juga dipertemukan di akhirat nanti. Amin yarabbal ‘alamin. Salam Persahabatan POPORO.(Flash Story)

I MISS YOU










0 komentar:

Posting Komentar